Alfian Akbar Gozali

Archive for February, 2009|Monthly archive page

Susahnya cari tempat KP…

In Sst..aku mo cerita on 28 February 2009 at 6:41 am

Jadi inget waktu pertama kali masuk semester 6, langsung yang ada di kepala tu cuma KP. Langsung tanya-tanya senior, browsing, ma self-investigation buat cari tempat KP yang paling sip.

“Mas, dulu waktu situ masih muda kayak ane KP dimana?”
“Mbak dari KP ya? traktir dong…”
“Heh, pada mau KP di Telkomsel ya? Ada channel ya? Ikut dong bro!”
“Kak, caranya KP di microsoft tu gimana to??”
“Eh,rencana KP dimana loe?? Bikin team KP yuk!!”
“Kira-kira ada gak ya, tempat KP yang nyediain sarapan, makan siang, snack, ma makan malem.. Terus kalo dah kelar dikasih uang saku.. Disana kerjanya ngenet doang.. (sontak temen2ku langsung lempar sepatu ke arahku)”
de-el-el lah…

Awalnya sih, aku pengen cari perusahaan tempat KP yang bonafit, gede, dan terkenal, biar keren kalo ditanyain ma temen.
Ini list perusahaan yang awalnya pingin aku apply:

  • Microsoft
  • Telkomsel
  • Telkom Risti
  • IBM
  • Telkom Japati
  • Cevron
  • Cinox(tulisannya gini gak sih? -.-’

Tapi setelah dipikir-pikir lagi, kok kayaknya salah niat ya…
Langsung dah, aku hapus lagi semua daftar yang udah aku buat. Kemudian pandanganku menerawang ke langit-langit. Mencoba mengerti dan memahami apa esensi, hakikat dari KP. Mataku bersinar karena pantulan cahaya.
*cring…cring…cring…*
Ternyata tidak sesederhana itu KP, perlu pertimbangan yang masak sebagaimana perlu timbangan untuk masak(?_?)
Akhirnya aku putuskan untuk KP di software house aja. Karena itu sangat terkait erat dengan targetku 3 taun ke depan.
Targetku yang paling dekat adalah PT. Neuronworks punya anak alumni ITTelkom ma PT. DyCode pemenang iMulai taun lalu.
And the story has begun…

i don’t care with talent

In (S)words on 27 February 2009 at 11:48 pm

“I don’t care too much with the talent, the one that i need is the hard worker”

jadilah luar biasa

In (S)words on 27 February 2009 at 11:39 pm

“Sekarang semua kembali kepada kita, ingin menjadi orang biasa atau orang yang luar biasa. Namun jika kita ingin menjadi orang yang luar biasa harus siap dengan konsekuensinya, yaitu ikhlaskan diri untuk meniru kebiasaan orang yang luar biasa”

jangan biasakan telat

In (S)words on 27 February 2009 at 11:37 pm

“Jangan jadikan keterlambatan sebagai karakter”

lawan malas

In (S)words on 27 February 2009 at 11:35 pm

“Malas itu bukan untuk dituruti tapi untuk dilawan”

harus bisa

In (S)words on 27 February 2009 at 11:33 pm

“Tidak ada kata tidak bisa, HARUS BISA!!”

tidak ada jalan yang panjang jika ada teman

In (S)words on 27 February 2009 at 11:31 pm

“Tidak ada jalan yang amat panjang jika ada teman di samping kita.”

i dont care the talent

In (S)words on 27 February 2009 at 11:29 pm

“I don’t care too much with the talent, the one that i need is the hard worker”

jangan rusak keimananmu

In (S)words on 27 February 2009 at 11:25 pm

“Janganlah kamu merusak keping-keping keimanan yang telah susah payah kamu rangkai indah dengan perbuatan maksiyatmu”

Kutu anjing-diambil dari blog depan rumah

In recharge soul on 27 February 2009 at 11:23 pm

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!

Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini.” Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman.
Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!”

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api.

Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, “Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok.” Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.
Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Anda pun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan “gagu” dia mampu lulus dari Harvard University. Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi “raja” komputer. Andre Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.