Alfian Akbar Gozali

Archive for April, 2008|Monthly archive page

Artikelku buat ProAksi2

In Dienul Haq on 7 April 2008 at 10:34 am

TEKNOLOGI, PERMASALAHAN UMAT, DAN DAKWAH

Perkembangan Media Saat Ini
Dewasa ini perkembangan media sedemikian pesatnya, dari dahulu orang berkomunikasi hanya dari kentongan, tulisan diatas daun/tulang/batu, tulisan di atas kertas, dan sebagainya. Sekarang beralih ke media elektronik seperti televisi, radio, teknologi komputer, telepon, dan masih banyak lagi. Ibarat buah simalakama, perkembangan media yang sedemikian pesatnya tersebut selain membawa keuntungan bagi kita karena kita dimudahkan dalam mengakses segalanya, namun juga membawa keburukan.
Contoh yang paling mudah adalah televisi. Selain mempermudah bagi kita mengakses berita yang terjadi di luar jangkauan kita, namun dampak negatifnya adalah sekarang anak-anak mudsa banyak yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk nongkrong di depan televisi. Bahkan mereka bangga kalau disebut anak nongkrong. Selain televisi, internet adalah media elektronik lain yang dewasa ini menjadi primadona dalam komunikasi jarak jauh. Melalui dunia maya, kita dapat mengakses situs-situs dari hostingan mana saja. Dari wikipedia, google, yahoo, youtube, eramuslim, myquran, cybermq, sampai situs-situs maksiat pun dapat kita akses dengan sangat mudahnya, misalnya situs porno. Kita tidak dapat membendung arus perkembangan teknologi yang sedemikian cepatnya.

Media dan Dunia Barat – film Fitna
Kalau kita berbicara tentang teknologi, pasti pandangan kita langsung tertuju kepada bangsa-bangsa Eropa. Memang, tidak bisa kita pungkiri lagi bangsa barat di masa kita sekarang memang ‘sedang’ menguasai teknologi, terutama teknologi informasi. Namun sayangnya, karena negara barat umunya adalah negara non-muslim bahkan cenderung berhaluan demokrasi merdeka, maka teknologi yang berkembang di masa ini pun juga ditunggangi oleh berbagai macam bentuk kemaksiyatan, kekafiran, dan bahkan pengkafiran.
Kita ambil contoh saja peristiwa yang baru-baru ini sedang menjadi pembicaraan hangat dan buah bibir di dunia. Yaitu tentang film fitna yang diproduseri oleh Geert Wilders, seorang anggota parlemen Belanda berhaluan kanan. Film tersebut adalam hasil kompilasi dari potongan-potongan atau cuplikan-cuplikan video tentang tindakan radikal(baca:tegas) umat Islam dalam memerangi kekafiran di berbagai belahan dunia. Seperti tragedi WTC yang dilatarbelakangi oleh suara seorang wanita yang sedang terjebak di dalam gedung tersebut, jihad dan kekerasan perang di Irak dan Palestina, pidato pemimpin-pemimpin kelompok radikal Islam yang sedang memotivasi mujahid-mujahid yang akan siap berjihad memerangi kaum kafir (bahkan ada pidato dari presiden Iran, Ahmadinejjad, yang mengatakan bahwa kelak dunia akan dipimpin oleh umat Islam), pembunuhan terhadap orang kafir yang menjadi tawanan perang, qisas terhadap kaum gay dan lesbian, dan sebagainya. Yang paling membuat gerah adalah cara Geert Wilders dalam mencomot dan menerjemahkan ayat-ayat di Al Qur’an dengan kata-kata dia sendiri sehingga terkesan bahwa Islam adalah agama yang bengis.
Memang, Geert Wilders sedang dalam rangka menggalang dukungan dan simpati dari rakyat Belanda yang menganut/berpikiran ingin bebas dan merdeka untuk melakukan apapun semau mereka dalam memperturutkan hawa nafsu setannya. Dia mencoba mengumpulkan orang-orang yang tidak mau terkurung oleh peraturan atau dalam istilah kasarnya tidak mau diatur, seperti kaum gay, lesbian, pasangan kumpul kebo, penjudi, pemakai ganja, dan sebagainya. Kita tahu sendiri bahwa Belanda adalah negara dengan paham demokrasi yang kebablasan. Di sana, kaum gay dan lesbian legal untuk menikah, sehingga tidak heran para pasangan homo dari berbagai negara termasuk Indonesia dibela-belain pergi ke Belanda untuk menikah. Di Belanda, perdagangan ganja juga dianggap legal walaupun hanya pada area tertentu. Belum lagi majalah porno dan lokalisasi pelacur kelas dunianya. Naudzubillahi min dzalik, jangan sampe deh ikut-ikutan kayak gitu!
Namun video tersebut malah menempakkan ketakutan mereka oleh Islam. Hal ini bisa dilihat dari kalimat penutup video tersebut, yaitu “STOP ISLAMIZATION” yang didahului oleh grafik jumlah umat muslim di Eropa dari tahun 1996 sampai 2007 yang sangat signifikan peningkatannya, apalagi pada tahun 2007 jumlah umat Islam di Eropa lebih dari 4 kali lipat jumlah umat pada tahun ke 2006, yaitu kurang lebih 500 ribu jiwa.
Walaupun sangat mengganggu kita, namun peristiwa-peristiwa yang memojokkan umat Islam tersebut sebenarnya juga ada untungnya. Karena yang diprovokasi adalah kaum barat yang kritis dan selau ingin tahu, maka jumlah umat Islam di sana malah bertambah. Seperti yang terjadi pada tahun 2006-2007, saat maraknya berita karikatur nabi Muhammad SAW dan invasi ke Irak.

Media dan Dakwah
Sedemikian kerasnya upaya ghawzul fikr negara barat dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, juga harus kita lawan dengan dakwah melalui media teknologi tersebut. Jika Geert Wilders denga fitna-nya hendak menebarkan fitnah di hati orang sedunia, bukan tidak ada umat muslim yang ‘membalas’nya melalui media video tersebut. Ada seorang muslim yang mempublish ke Youtube video yang diberinya judul Re:Geert Wilders for Fitna. Isi dari video tersebut berisi tentang cuplikan-cuplikan dari film The Message tentang nabi Muhammad SAW.
Contoh lain dakwah teknologi yaitu negara tetangga kita, Malaysia juga telah memanfaatkan perkembangan teknologi media elektronik dalam dakwah. Film Ipin&Upin adalah buah karya mereka. Di Indonesia? Situs-situs yang Islami telah dihosting oleh para da’i-da’i teknologi. Contohnya eramuslim, myquran, cybermq, pesantren online, dsb.
Dahulu Allah SWT telah menganugerahkan kepada para Nabi mu’jizat. Mu’jizat yang diberikan Allah pun tidak sembarangan. Allah memberikan kelebihan kepada mereka sesuai dengan masa dimana Nabi tersebut hidup. Misalnya Allah memberikan mu’jizat kepada Nabi Musa berupa ‘ilmu sihir’ yang bisa mengubah tongkat menjadi ular, karena pada zaman tersebut ilmu sihir sedang dikagumi. Nabi Musa juga diberi kecerdasan yang luar biasa oleh Allah SWT, disesuaikan dengan kondisi umatnya yang cerdas-cerdas. Nabi Daud diberikan oleh Allah mu’jizat, yaitu bisa melunakkan besi baja, karena pada zaman tersebut teknologi perang sedang berkembang sedemikian pesatnya. Demikian pula Nabi Muhammad SAW dianugerahkan Al Quran yang memiliki bahasa yang sungguh indah, karena pada zaman Rasulullah SAW, seni sastra adalah sesuatu yang dihormati dan sedang ‘tren’. Subhanallah, Allah memang Maha Berkehendak atas segala sesuatu.Maka tidak salah jika kita memanfaatkan sesuatu yang sedang tren saat ini, yaitu teknologi informasi.

Peran Kita
Nah sekarang pertanyaannya apakah peran kita di dalam dakwah teknologi pada masa ini? Sebagai seorang Kader-Kader Mahasiswa Muslim yang ber-Intelektual dan berwawasan Teknologi, kita wajib menSyi’ar-kan Islam dari Rumah Tangga sampai Eksternal Kampus. Allahu Akbar!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.